Featured
- Get link
- X
- Other Apps
Dasar Pemikiran dan Urgensi Pendidikan Pancasila
Perubahan secara alamiah terjadi atas tuntutan dari era globalisasi.
Tak berbeda dengan pengaruh dari luar maupun dalam negeri yang memengaruhi
perubahan besar yang terjadi terhadap bangsa Indonesia pada saat ini.
Kapabilitas warga negara seperti ilmu pengetahuan, seni, dan teknologi yang
sesuai dengan landasan nilai-nilai keagamaan dan nilai-nilai budaya bangsa amat
dieperlukan sebagai proses perubahan. “Semakin rendahnya kesadaran generasi
bangsa akan pentingnya pengamalan nilai-nilai pancasila dalam berbagai aspek
kehidupan, bahkan dalam kerangka pemikiran yang ekstrem tidak sedikit yang
mempertentangkan finalnya pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara kesatuan
Republik Indonesia.”
Di era digital ini, Pancasila sebagai pandangan hidup
bangsa seakan tidak terlihat oleh kaum generasi milenial. Banyak permasalahan
yang terjadi di era digital ini yang disebabkan oleh ilmu pengetahuan dan
teknologi. Contohnya adalah kejahatan yang merajalela di dunia maya yang lebih
berbahaya daripada yang ada di dunia nyata. Selain itu, permasalahan yang
terjadi di kalangan generasi milenial adalah korupsi, tawuran antar pelajar,
lingkungan alam yang rusak, pergaulan bebas, pelaggaran HAM, dan sebagainya.
Ini menunjukkan kurangnya moral dan sikap yang tertanam pada generasi ini.
Selain itu, ini juga sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Secara
umum penyebab rendahnya akhlak pada generasi milenial ini adalah penyalahgunaan
gadget kurangnya pengawasan orang tua, dan pengaruh media sosial. Untuk
menanamkan nilai-nilai yang baik dari Pancasila, karakter menjadi hal yang
harus menjadi perhatian kaum generasi milenial. Karakter yag baik dan beradab
dapat memimpin bangsa menjadi bangsa yang baik dan beradab. Hal ini terjadi
karena generasi milenial merupakan generasi penerus kehidupan bangsa. Kata
‘karakter’ memiliki arti menandai dan memfokuskan pada bagaimana menerapkan
nilai kebaikan dalam bentuk Tindakan sehingga jika perbuatan yang tidak
mengikuti nilai kebaikan dapat dikatakan berwatak buruk.
Pancasila memiliki kedudukan yang tinggi dalam negara
Indonesia yaitu kepribadian bangsa, sumber jati diri, moralitas, dan panutan
bagi keselamatan bangsa
Pendidikan Pancasila merupakan mata kuliah umum yang berisi
mengenai pengembangan sikap dan kepribadian bagi mahasiswa. Sesuai dengan yang
termuat dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, Pendidikan Pancasila didefinisikan sebagai suatu alat yang digunakan
untuk mengarahkan moral yang diharapkan terwujud dalam keidupan sehari-hari
seperti beriman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan keyakinan
masing-masing. Serta hidup sebagai rakyat Indonesia yang mengutamakan
kepentingan Bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan sehingga
perbedaan cara pandang dapat terarah kepada perilaku yang positif yang
mendukung terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Terbentuknya Pancasila sebagai dasar ideologi bangsa
Indonesia bukanlah seusatu yang terjadi dalam satu kedipan mata. Proses panjang
dilalui mengikuti sejarah bangsa Indonesia. Pancasila sangat penting bagi
bangsa Indonesia. Karena Pancasila menempati beberapa tempat dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara Indonesia. Pancasila adalah jiwa bangsa Indonesia,
Pancasila adalah jati diri bangsa Indonesia, Pancasila adalah pedoman hidup
bangsa Indonesia, Pancasila adalah dasar negara, dan Pancasila juga adalah
sumber dari segala hukum yang ada. Di Indonesia, Pancasila adalah kesepakatan
luhur bangsa Indonesia untuk berbangsa dan Pancasila adalah cita-cita nasional.
Ketentuan ini menjadikan Pancasila sangat penting bagi bangsa Indonesia.
Kedudukan ini juga dapat diartikan sebagai Pancasila yang menjadi landasan bagi
bangsa Indonesia untuk mengatur segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
Hakekat pendidikan sejatinya merupakan suatu hal yang
diupayakan secara sadar oleh masyarakat dan juga pemerintah demi mendidik
generasi penerus bangsa. Pendidikan Pancasila merupakan salah satu fokus yang
diperlukan untuk menunjang rasa nasionalisme para calon penerus bangsa. Keanekaragaman
suku, adat istiadat, dan kepercayaan merupakan jalan pembuka menuju sikap
premordalisme sempit yang akhirnya menyebabkan konflik negatif terjadi, oleh
karenanya, diperlukan alat pemersatu bangsa dengan memfokuskan pada kesamaan
cara pandang mengenai visi dan misi negara yang dimuat melalui wawasan
nusantara sekaligus menjadi penangkal ancaman yang dating dari berbagai pihak
yang memiliki pengaruh pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dasar negara atau fondasi suatu bangsa akan kuat jika
rakyatnya berpacu kepada Pancasila yang merupakan akar dari seluruh bangsa dan
kehidupan bernegara di Indonesia. Pancasila harus menjadi landasan yang kuat
bagi bangsa yang terkena dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,
banyak masyarakat Indonesia yang melupakan nilai-nilai Pancasila. Mereka seolah
mengangap budaya asing lebih menarik daripada budaya negara sendiri. Banyak
dari mereka bahkan melupakan sila dalam Pancasila.
Kita menemukan bahwa generasi milenial belum mempraktekkan
nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan mereka. Banyak yang bisa dijadikan bukti
bahwa nilai-nilai Pancasila tidak diterapkan berdasarkan sila satu sampai lima.
“Ketuhanan Yang Maha Esa” yang merupakan sila pertama Pancasila mengharuskan
kita untuk menjalankan kewajiban agama kita. Namun masih banyak yang
meninggalkan kewajiban ini. Zaman sekarang pun banyak orang yang menghujat
agama lain melalui media sosialnya. “Kemanusiaan yang adil dan beradab” sebagai
sila kedua Pancasila harus mampu mempersatukan masyarakat dengan komunitas
social, bukan sebagai pribadi. Generasi zaman sekarang lebih peduli dengan
gadget daripada lingkungan sekitarnya. Sila ketiga yang berbunyi “Persatuan
Indonesia” harus dijadikan pedoman untuk bersatu dan berdamai sehingga dapat
terwujud bangsa yang kuat. Namun banyak orang yang masih saling menghina dan
tidak menghargai satu sama lain. Banyak terjadi demonstrasi dan kerusuhan di
lingkungan kita. “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan” yang merupakan sila keempat Pancasila sebagian
besar diabaikan oleh masyarakat. Banyak dari mereka yang tidak menghargai
pendapat orang lain saat berdiskusi dan tidak berkontribusi sama sekali dalam
diskusi. Sila kelima “Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia” jarang
terlihat. Hal ini ditunjukkan dengan memudarnya sikap Kerjasama, terciptanya
diferensiasi social, pilih-pilih dalam berteman, dan sebagainya
Selain itu, Pancasila juga merupakan pedoman kehidupan
etnis Indonesia. Bagaikan kapal tanpa kompas, tidak tahu kemana sungai akan
membawanya, maka republik ini tidak akan memiliki jangkar. Pancasila juga
penting secara historis karena Pancasila adalah kesepakatan yang ditandatangani
oleh para pendiri negara ketika mereka menciptakan Republik Indonesia.
Poin-poin tersebut menjadikan Pancasila sebagai karakter dan tempat penting
bagi bangsa Indonesia.
Pancasila memiliki makna yang dalam dan menjiwai sila satu
sama lain. Pancasila harus menjadi landasan dalam bertindak dan berperilaku.
Menjadikan Pancasila sebagai pedoman dan landasan hidup, generasi milenial
membutuhkan pendidikan karakter
Seiring waktu, lebih banyak tantangan dan masalah muncul. Namun masyarakat milenial bisa menjadi masyarakat yang bermanfaat jika pendidikan karakter diprioritaskan. Contoh konkritnya adalah banyaknya generasi milenial yang terkenal di dalam dan luar negeri. Hal ini akan mencegah tenggelamnya identitas Indonesia yang semakin lama semakin terkenal. Selama ribuan tahun, budaya Indonesia telah diangkat ke kancah internasional, yang juga membangkitkan minat kunjung masyarakat internasioal ke Indonesia.
Pancasila didefinisikan sebagai suatu alat yang digunakan
untuk mengarahkan moral yang diharapkan terwujud dalam kehidupan sehari-hari
seperti beriman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan keyakinan
masing-masing. Toleransi harus diterapkan untuk mendukung terciptanya hal
tersebut. Nilai-nilai Pancasila sering kali tidak diterapkan berdasarkan sila
satu sampai lima. Zaman sekarang pun banyak orang yang menghujat agama lain
melalui media sosialnya. Maka dari itu, Pendidikan Pancasila merupakan dasar
minimal tiap orang untuk hidup berbangsa dan bernegara. Menjadikan Pancasila
sebagai pedoman dan landasan hidup, generasi milenial membutuhkan pendidikan
karakter. Sebagai warga negara dan generasi penerus yang baik, hendaknya kita
bukan hanya harus paham mengenai makna dari tiap sila Pancasila namun juga
menerapkannya pada kehidupan.
DAFTAR
PUSTAKA
Anggraini, D.,
Fathari, F., Anggara, J. W., & Amin, M. D. A. al. (2020). Pengamalan
Nilai-Nilai Pancasila Bagi Generasi Milenial. Jurnal Inovasi Ilmu Sosial
Dan Politik, 2(1), 11.
Han, H. (n.d.). Pendidikan
Pancasila.
Pranoto. (2021).
Urgency of Pancasila Values as a Basis of Science and Environment Development.
SHEs: Conference Series , 4(4), 230–236.
https://jurnal.uns.ac.id/shes
Putri, G. R.,
& Pandin, M. G. R. (2021). The Urgency of Pancasila Values as a Form of
Millennial Generation Character Education. Preprints.
https://doi.org/10.20944/preprints202106.0301.v1
Wulandari, P.
(2020). Urgensi Pancasila Sebagai Ideologi Negara.
x
Popular Posts
Belajar Lebih Menyenangkan Bersama Fitacademy!
- Get link
- X
- Other Apps
Recitatif by Toni Morrison General Analysis
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment