Skip to main content

Featured

Mengenal Apa Itu Engine Brake: Definisi, Cara Kerja, dan Langkah-langkah Melakukannya

Pada umumnya, orang awam pasti akan menggunakan rem untuk memperlambat laju kendaraan. Namun tahukah kamu, bahwa ada cara lain untuk memperlambat laju kendaraan tanpa rem. Teknik ini bernama engine brake , yang juga dikenal sebagai jake brake . Istilah ini pasti kurang familiar di telinga orang awam. Untuk mengetahui penjelasannya, simak artikel ini sampai habis! Apa itu Engine Brake? Engine brake merupakan sebuah teknik yang digunakan pengendara untuk memperlambat laju kendaraan tanpa menggunakan rem. Lalu bagaimana caranya? Engine brake bekerja dengan menggunakan putaran mesin untuk mengurangi laju kendaraan dengan cara menurunkan gigi ke posisi yang lebih rendah. Teknik ini lebih sering dipakai di turunan panjang. Jika berada di turunan pendek tidaklah diperlukan untuk melakukan teknik ini dan cukup menginjak pedal rem utama saja. Cara Kerja Engine Brake Sistem kerja engine brake sendiri sebenarnya cukup sederhana. Terdapat 2 metode yang menjadi mekanisme engine brake in...

Dasar Pemikiran dan Urgensi Pendidikan Pancasila

Perubahan secara alamiah terjadi atas tuntutan dari era globalisasi. Tak berbeda dengan pengaruh dari luar maupun dalam negeri yang memengaruhi perubahan besar yang terjadi terhadap bangsa Indonesia pada saat ini. Kapabilitas warga negara seperti ilmu pengetahuan, seni, dan teknologi yang sesuai dengan landasan nilai-nilai keagamaan dan nilai-nilai budaya bangsa amat dieperlukan sebagai proses perubahan. “Semakin rendahnya kesadaran generasi bangsa akan pentingnya pengamalan nilai-nilai pancasila dalam berbagai aspek kehidupan, bahkan dalam kerangka pemikiran yang ekstrem tidak sedikit yang mempertentangkan finalnya pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia.” (Pranoto, 2021)

Di era digital ini, Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa seakan tidak terlihat oleh kaum generasi milenial. Banyak permasalahan yang terjadi di era digital ini yang disebabkan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Contohnya adalah kejahatan yang merajalela di dunia maya yang lebih berbahaya daripada yang ada di dunia nyata. Selain itu, permasalahan yang terjadi di kalangan generasi milenial adalah korupsi, tawuran antar pelajar, lingkungan alam yang rusak, pergaulan bebas, pelaggaran HAM, dan sebagainya. Ini menunjukkan kurangnya moral dan sikap yang tertanam pada generasi ini. Selain itu, ini juga sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Secara umum penyebab rendahnya akhlak pada generasi milenial ini adalah penyalahgunaan gadget kurangnya pengawasan orang tua, dan pengaruh media sosial. Untuk menanamkan nilai-nilai yang baik dari Pancasila, karakter menjadi hal yang harus menjadi perhatian kaum generasi milenial. Karakter yag baik dan beradab dapat memimpin bangsa menjadi bangsa yang baik dan beradab. Hal ini terjadi karena generasi milenial merupakan generasi penerus kehidupan bangsa. Kata ‘karakter’ memiliki arti menandai dan memfokuskan pada bagaimana menerapkan nilai kebaikan dalam bentuk Tindakan sehingga jika perbuatan yang tidak mengikuti nilai kebaikan dapat dikatakan berwatak buruk.

Pancasila memiliki kedudukan yang tinggi dalam negara Indonesia yaitu kepribadian bangsa, sumber jati diri, moralitas, dan panutan bagi keselamatan bangsa (Wulandari, 2020). Pancasila harus diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan untuk menjaga identitas dan kepribadian bangsa. Dengan demikian, Pancasila dapat memperkuat sikap masyarakat dalam menghadapi nilai-nilai budaya asing. Pancasila sendiri megandung nilai-nilai moral dan kekuatan budaya bangsa Indonesia. Karakter pendidikan memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai Pancasila. Jika anda memiliki karakter yang buruk, anda tidak bisa mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan. Generasi milenial Indonesia harus memiliki jiwa patriotisme dan nasionalisme yang tinggi. Hal ini dapat diwujudkan dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila ketika budaya asing juga masuk ke Indonesia. Pancasila juga membantu seseorang untuk mencintai bangsanya, sehingga sifat patriotism dan nasionalisme dapat tumbuh.

Pendidikan Pancasila merupakan mata kuliah umum yang berisi mengenai pengembangan sikap dan kepribadian bagi mahasiswa. Sesuai dengan yang termuat dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan Pancasila didefinisikan sebagai suatu alat yang digunakan untuk mengarahkan moral yang diharapkan terwujud dalam keidupan sehari-hari seperti beriman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan keyakinan masing-masing. Serta hidup sebagai rakyat Indonesia yang mengutamakan kepentingan Bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan sehingga perbedaan cara pandang dapat terarah kepada perilaku yang positif yang mendukung terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Terbentuknya Pancasila sebagai dasar ideologi bangsa Indonesia bukanlah seusatu yang terjadi dalam satu kedipan mata. Proses panjang dilalui mengikuti sejarah bangsa Indonesia. Pancasila sangat penting bagi bangsa Indonesia. Karena Pancasila menempati beberapa tempat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Pancasila adalah jiwa bangsa Indonesia, Pancasila adalah jati diri bangsa Indonesia, Pancasila adalah pedoman hidup bangsa Indonesia, Pancasila adalah dasar negara, dan Pancasila juga adalah sumber dari segala hukum yang ada. Di Indonesia, Pancasila adalah kesepakatan luhur bangsa Indonesia untuk berbangsa dan Pancasila adalah cita-cita nasional. Ketentuan ini menjadikan Pancasila sangat penting bagi bangsa Indonesia. Kedudukan ini juga dapat diartikan sebagai Pancasila yang menjadi landasan bagi bangsa Indonesia untuk mengatur segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hakekat pendidikan sejatinya merupakan suatu hal yang diupayakan secara sadar oleh masyarakat dan juga pemerintah demi mendidik generasi penerus bangsa. Pendidikan Pancasila merupakan salah satu fokus yang diperlukan untuk menunjang rasa nasionalisme para calon penerus bangsa. Keanekaragaman suku, adat istiadat, dan kepercayaan merupakan jalan pembuka menuju sikap premordalisme sempit yang akhirnya menyebabkan konflik negatif terjadi, oleh karenanya, diperlukan alat pemersatu bangsa dengan memfokuskan pada kesamaan cara pandang mengenai visi dan misi negara yang dimuat melalui wawasan nusantara sekaligus menjadi penangkal ancaman yang dating dari berbagai pihak yang memiliki pengaruh pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (Han, n.d.)

Dasar negara atau fondasi suatu bangsa akan kuat jika rakyatnya berpacu kepada Pancasila yang merupakan akar dari seluruh bangsa dan kehidupan bernegara di Indonesia. Pancasila harus menjadi landasan yang kuat bagi bangsa yang terkena dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, banyak masyarakat Indonesia yang melupakan nilai-nilai Pancasila. Mereka seolah mengangap budaya asing lebih menarik daripada budaya negara sendiri. Banyak dari mereka bahkan melupakan sila dalam Pancasila.

Kita menemukan bahwa generasi milenial belum mempraktekkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan mereka. Banyak yang bisa dijadikan bukti bahwa nilai-nilai Pancasila tidak diterapkan berdasarkan sila satu sampai lima. “Ketuhanan Yang Maha Esa” yang merupakan sila pertama Pancasila mengharuskan kita untuk menjalankan kewajiban agama kita. Namun masih banyak yang meninggalkan kewajiban ini. Zaman sekarang pun banyak orang yang menghujat agama lain melalui media sosialnya. “Kemanusiaan yang adil dan beradab” sebagai sila kedua Pancasila harus mampu mempersatukan masyarakat dengan komunitas social, bukan sebagai pribadi. Generasi zaman sekarang lebih peduli dengan gadget daripada lingkungan sekitarnya. Sila ketiga yang berbunyi “Persatuan Indonesia” harus dijadikan pedoman untuk bersatu dan berdamai sehingga dapat terwujud bangsa yang kuat. Namun banyak orang yang masih saling menghina dan tidak menghargai satu sama lain. Banyak terjadi demonstrasi dan kerusuhan di lingkungan kita. “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan” yang merupakan sila keempat Pancasila sebagian besar diabaikan oleh masyarakat. Banyak dari mereka yang tidak menghargai pendapat orang lain saat berdiskusi dan tidak berkontribusi sama sekali dalam diskusi. Sila kelima “Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia” jarang terlihat. Hal ini ditunjukkan dengan memudarnya sikap Kerjasama, terciptanya diferensiasi social, pilih-pilih dalam berteman, dan sebagainya (Anggraini et al., 2020)

Selain itu, Pancasila juga merupakan pedoman kehidupan etnis Indonesia. Bagaikan kapal tanpa kompas, tidak tahu kemana sungai akan membawanya, maka republik ini tidak akan memiliki jangkar. Pancasila juga penting secara historis karena Pancasila adalah kesepakatan yang ditandatangani oleh para pendiri negara ketika mereka menciptakan Republik Indonesia. Poin-poin tersebut menjadikan Pancasila sebagai karakter dan tempat penting bagi bangsa Indonesia.

Pancasila memiliki makna yang dalam dan menjiwai sila satu sama lain. Pancasila harus menjadi landasan dalam bertindak dan berperilaku. Menjadikan Pancasila sebagai pedoman dan landasan hidup, generasi milenial membutuhkan pendidikan karakter (Putri & Pandin, 2021). Pendidikan karakter sama pentingnya dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila karena pendidikan karakter mengajarkan kita untuk mengamalkan hal-hal yang baik dan menghindari perilaku yang buruk. Sikap nasionalisme di era digital ini bisa diwujudkan dengan rasa cinta terhadap bangsa sendiri dan rasa hormat terhadap bangsa lain. Sebagai generasi yang Tangguh, masyarakat milenial menerima budaya asing namun tetap menyaringnya dengan nilai-nilai Pancasila. Dengan car aitu, generasi milenial yang berkarakter baik dapat terwujud dan seiring berjalannya waktu, masalah yang ditanggung oleh bangsa akan dapat berkurang dan terselesaikan.

Seiring waktu, lebih banyak tantangan dan masalah muncul. Namun masyarakat milenial bisa menjadi masyarakat yang bermanfaat jika pendidikan karakter diprioritaskan. Contoh konkritnya adalah banyaknya generasi milenial yang terkenal di dalam dan luar negeri. Hal ini akan mencegah tenggelamnya identitas Indonesia yang semakin lama semakin terkenal. Selama ribuan tahun, budaya Indonesia telah diangkat ke kancah internasional, yang juga membangkitkan minat kunjung masyarakat internasioal ke Indonesia.

Pancasila didefinisikan sebagai suatu alat yang digunakan untuk mengarahkan moral yang diharapkan terwujud dalam kehidupan sehari-hari seperti beriman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan keyakinan masing-masing. Toleransi harus diterapkan untuk mendukung terciptanya hal tersebut. Nilai-nilai Pancasila sering kali tidak diterapkan berdasarkan sila satu sampai lima. Zaman sekarang pun banyak orang yang menghujat agama lain melalui media sosialnya. Maka dari itu, Pendidikan Pancasila merupakan dasar minimal tiap orang untuk hidup berbangsa dan bernegara. Menjadikan Pancasila sebagai pedoman dan landasan hidup, generasi milenial membutuhkan pendidikan karakter. Sebagai warga negara dan generasi penerus yang baik, hendaknya kita bukan hanya harus paham mengenai makna dari tiap sila Pancasila namun juga menerapkannya pada kehidupan.

DAFTAR PUSTAKA

Anggraini, D., Fathari, F., Anggara, J. W., & Amin, M. D. A. al. (2020). Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila Bagi Generasi Milenial. Jurnal Inovasi Ilmu Sosial Dan Politik, 2(1), 11.

Han, H. (n.d.). Pendidikan Pancasila.

Pranoto. (2021). Urgency of Pancasila Values as a Basis of Science and Environment Development. SHEs: Conference Series , 4(4), 230–236. https://jurnal.uns.ac.id/shes

Putri, G. R., & Pandin, M. G. R. (2021). The Urgency of Pancasila Values as a Form of Millennial Generation Character Education. Preprints. https://doi.org/10.20944/preprints202106.0301.v1

Wulandari, P. (2020). Urgensi Pancasila Sebagai Ideologi Negara.

 

x

Comments

Popular Posts